JIKA AKU MENJADI GUBERNUR BANK INDONESIA
Jika aku menjadi gubernur Bank Indonesia,itu adalah hal yang membanggakan,ucapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan jabatan ini amanah.Ingin rasanya memberikan yang terbaik untuk rakyat dan bangsa ini ketika aku menjadi gubernur Bank Indonesia.Jabatan ini kupersembahkan kepada kedua orang tuaku tercinta terimakasih atas semua kasih sayang ayah dan ibu yang selalu memberikan yang terbaik untukku.Terpikir dalam benak ingin rasanya menerapkan sistem syari'ah pada bank indonesia,begitu tertariknya aku tentang sistem syari'ah,Syari'ah itu ada dalam ajaran Islam, islam begitu indah sampai dalam kegiatan ekonomipun Allah memberikan pedoman yang baik dalam Al-qur'an.Ketika zaman Rasulullah beliau telah menerapkan ekonomi dengan prinsip islam,beliau sukses memajukan negara yang dipimpinnya.Tidak salah memang beliau dijadikan sebagai suritauladan bagi umatnya.Mendapatkan materi - materi diperkuliahan, membaca buku - buku mengenai sistem bank Islam, Itu yang membuat aku tertarik.Dengan sistem syari'ah tidak ada lagi orang melakukan spekulasi dalam kegiatan ekonomi hanya untuk mencari keuntungan dari besarnya bunga.
Kegiatan ekonomipun jika diterapkan dengan sistem syari'ah tidak ada lagi kegiatan ekonomi yang mengandung unsur maiysir (perjudian), tempat - tempat hiburan seperti diskotik yang mengundang maksiat, memproduksi makanan haram,dan minuman haram dll.Saham - saham dalam kegiatan itu tidak akan masuk pada pasar modal karena BI ingin menerapkan sistem syari'ah pada kebijakan ekonominya.Dengan memberlakukan kewajiban zakat yang lebih efektif serta pajak bagi perusahaan maka akan memperbaiki ekonomi, rakyat miskin akan terbantu dengan adanya zakat, mereka bisa melakukan kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Dalam prinsip syari'ah bank tidak lagi dibebani pada konsep bunga yang mengharuskan bank membayar bunga kepada nasabah yang menginvestasikan uangnya,prosentasi bunga itu diberitahukan kepada nasabah dalam perjanjian maka bank harus tetap memberi bunga tersebut walaupun bank ketika melakukan perputaran uang nasabah tersebut untuk kegiatan usaha tapi uasah tersebut tidak selalu memberikan keuntungan.Masalah bunga memang menjadi perbincangan yang sangat menarik tapi ketika kita mengambil kesimpulan bahwa bunga itu mengandung ketidakadilan,ya itu memang betul bunga selalu memjadi beban bagi para pemimjam modal ataupun bagi bank itu sendiri.Berbeda ketika dalam penerapan sistem syari'ah didalamnya terdapat prinsip keadilan.Mengapa ada prinsip keadilan?Karena didalam kegiatan ekonomi menggunakan prinsip bagihasil.
Sistem bagi hasil ditentukan jika mendapat keuntungan maka akan dibagi sesuai kesepakatan dan jika mengalami kerugian maka akan ditanggung bersama.Dalam sistem perekonomian konvensional uang itu dipaksakan untuk menjadi alat penyimpan nilai yang stabil, sehingga membuat orang yang memegang uang tunai untuk meminta premi liquiditas atau bunga untuk meminjamkan uangnya, seharusnya bukan seperti itu peminjaman uang yang digunakan untuk kegiatan ekonomi tidak dikenakan bunga, karena memang uang di-design untuk menjadi alat tukar yang harus selalu bersikulasi dalam ekonomi, beban bunga hanya akan menjadikan ekonomi biaya tinggi, peredaran uang menjadi tetganggu, maka uang yang ada dimasyrakat akan berkurang.Tidak mudah memang menerapkan sistem syari'ah pada bank, apalagi pada bank sentral tetapi ketika bank sentral mewajibkan sistem tersebut bank - bank umumpun akan bisa melaksanakannya.Sistem Islam pada perekonomian akan terwujud jika didukung oleh para pelaku ekonomi.Kekayaan suatu negara itu tercermin dalam kegiatan produksi sebagai penggerak pembangunan suatu negara.Jika uang itu diibaratkan seperti air yang mengalir maka kegiatan produksi akan berjalan.
Dibuat oleh Giska Intan Saputri
Universitas IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
087723090410